Mengenal Brain Wellness & Sleep Center, Layanan Terbaru dari Seraphim Medical Center

21 Sep 2026 News

Mengenal Brain Wellness & Sleep Center, Layanan Terbaru dari Seraphim Medical Center

 

 

Kesehatan otak dan kualitas tidur adalah dua hal yang sering luput dari perhatian, padahal keduanya menjadi fondasi penting bagi produktivitas, daya ingat, hingga kestabilan emosi sehari-hari. Menjawab kebutuhan ini, Seraphim Medical Center menghadirkan Brain Wellness & Sleep Center, Center of Excellence terbaru yang akan resmi beroperasi mulai 30 September 2026 di Seraphim Medical Center, Gading Serpong.

"Selama ini, kesehatan otak dan gangguan tidur sering ditangani secara terpisah, padahal keduanya saling berkaitan erat. Brain Wellness & Sleep Center hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan pendekatan yang lebih menyeluruh, menggabungkan teknologi pemeriksaan dan terapi dalam satu layanan yang terintegrasi," ujar dr. Febby Astari, IFMCP, Head of Medical Services & Product Development Seraphim Medical Center.

 


 

Kenapa Kesehatan Otak dan Tidur Butuh Perhatian Khusus?

Gaya hidup masyarakat urban saat ini, mulai dari jam kerja yang panjang, paparan layar yang hampir konstan, hingga waktu tidur yang sering dikorbankan demi produktivitas, membuat otak bekerja dalam kondisi yang jauh dari ideal dalam jangka panjang. Keluhan seperti sulit fokus, gampang lelah secara mental, maupun kualitas tidur yang menurun sering kali dianggap sebagai hal yang wajar, padahal bisa menjadi sinyal bahwa fungsi otak dan pola tidur sedang tidak dalam kondisi optimal.

"Banyak orang menunggu sampai kondisinya benar-benar mengganggu keseharian baru mencari bantuan. Padahal, semakin dini kondisi otak dan tidur dipahami secara objektif, semakin banyak pula pilihan penanganan yang bisa dilakukan," jelas dr. Febby Astari, IFMCP.

 


 

Layanan yang Tersedia di Brain Wellness & Sleep Center

Brain Wellness & Sleep Center hadir dengan sejumlah teknologi pemeriksaan dan terapi yang saling melengkapi, di antaranya:

  1. qEEG Brain Mapping
    Pemeriksaan yang merekam aktivitas listrik otak, kemudian mengolahnya menjadi data yang bisa dibandingkan dengan pola aktivitas otak pada umumnya. Hasilnya membantu memberikan gambaran objektif mengenai area otak yang menunjukkan pola berbeda, sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam menyusun rencana penanganan.
  2. Transcranial Pulse Stimulation (TPS)
    Salah satu teknologi terapi otak non-invasif yang bekerja dengan memancarkan gelombang energi ke area otak tertentu, tanpa memerlukan tindakan bedah maupun sayatan. TPS umumnya digunakan sebagai bagian dari pendekatan untuk mendukung kondisi penurunan fungsi kognitif.
  3. Neurofeedback
    Terapi yang melatih otak untuk mengenali dan mengatur pola aktivitas gelombangnya sendiri secara real-time, disampaikan melalui tampilan visual interaktif di layar sehingga proses terapi terasa lebih mudah diikuti oleh pasien.
  4. KINESIQ
    Alat latihan yang menggabungkan gerakan fisik dengan stimulasi kognitif, di mana pasien berlatih menjaga keseimbangan sambil merespons konten interaktif di layar, mendukung pelatihan motorik dan fungsi kognitif secara bersamaan.
  5. Biophoton Therapy
    Pendekatan yang memanfaatkan dan mengeksplorasi cahaya alami yang sangat kecil yang dihasilkan oleh sel-sel tubuh. Dalam konteks kesehatan otak, pendekatan ini bertujuan untuk mendukung keseimbangan dan fungsi sel, termasuk sel-sel saraf, sehingga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan dan performa otak.

"Keempat layanan ini dirancang untuk saling melengkapi, bukan berdiri sendiri-sendiri. Pendekatan kami dimulai dari evaluasi menyeluruh, baru kemudian ditentukan kombinasi penanganan yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing pasien," tambah dr. Febby Astari, IFMCP.

 


 

Gerak dan Otak, Dua Hal yang Saling Terhubung

Salah satu layanan yang cukup unik di Brain Wellness & Sleep Center adalah KINESIQ, yang menggabungkan latihan fisik dengan stimulasi kognitif dalam satu sesi. Menurut dr. Raymond Posuma, Sp.KFR, MS(K), FIPM (USG), pendekatan seperti ini mencerminkan bagaimana tubuh dan otak sebenarnya bekerja secara berdampingan, bukan sebagai dua hal yang terpisah.

"Banyak orang mengira latihan fisik dan kesehatan otak itu dua urusan yang berbeda. Padahal, saat tubuh bergerak dan menjaga keseimbangan, otak juga ikut aktif memproses informasi. Ini yang membuat pendekatan seperti KINESIQ menarik, karena melatih keduanya sekaligus dalam satu momen," ujar dr. Raymond Posuma, Sp.KFR, MS(K), FIPM (USG).

Ia menambahkan bahwa kehadiran teknologi seperti ini di Brain Wellness & Sleep Center menjadi salah satu cara untuk membuat pendekatan menjaga kesehatan otak terasa lebih variatif dan tidak melulu soal pemeriksaan atau terapi yang sifatnya pasif.

"Brain Wellness & Sleep Center ini menariknya menawarkan pendekatan yang cukup beragam, ada yang sifatnya pemeriksaan, ada yang terapi, ada juga yang melibatkan gerakan aktif seperti KINESIQ. Ini memberi lebih banyak pilihan bagi pasien, tergantung apa yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya," tambah dr. Raymond Posuma, Sp.KFR, MS(K), FIPM (USG).

 


 

Pendekatan yang Melihat Otak dan Tidur Sebagai Satu Kesatuan

Salah satu hal yang membedakan Brain Wellness & Sleep Center adalah cara pandangnya terhadap kesehatan otak dan tidur, bukan sebagai dua isu terpisah, melainkan satu sistem yang saling memengaruhi. Gangguan tidur bisa menjadi tanda adanya masalah pada fungsi otak, dan sebaliknya, fungsi otak yang terganggu juga dapat memengaruhi kualitas tidur seseorang.

"Pendekatan pemeriksaan kami disusun untuk melihat keterkaitan antara otak dan tidur, bukan menangani gejalanya satu per satu secara terpisah. Ini yang membuat pendekatan di sini berbeda dari layanan yang hanya berfokus pada satu sisi saja," jelas dr. Febby Astari, IFMCP.

 


 

Kapan Waktu yang Tepat untuk Konsultasi?

Menurut dr. Febby, gejala ringan seperti sulit tidur yang berulang, sering merasa tidak fokus meski sudah cukup istirahat, atau perubahan suasana hati yang tidak biasa, sudah cukup menjadi alasan untuk mulai memeriksakan kondisi otak dan tidur, tanpa perlu menunggu sampai kondisinya semakin berat.

"Konsultasi bukan berarti ada yang pasti 'salah' dengan seseorang. Ini lebih sebagai langkah untuk memahami kondisi diri secara lebih objektif, sehingga penanganan yang tepat bisa dilakukan lebih awal," pungkas dr. Febby Astari, IFMCP.

 


 

Kunjungi Brain Wellness & Sleep Center

Brain Wellness & Sleep Center akan resmi hadir mulai 30 September 2026 di Seraphim Medical Center, Gading Serpong, Tangerang. Dengan layanan qEEG Brain Mapping, TPS, Neurofeedback, KINESIQ, dan Biophoton Therapy dalam satu tempat, Seraphim Medical Center menghadirkan pendekatan yang lebih menyeluruh untuk mendukung kesehatan otak dan kualitas tidur masyarakat urban.

Bagi Anda yang ingin memahami kondisi kesehatan otak dan tidurnya secara lebih menyeluruh, konsultasi bersama dr. Raymond Posuma, Sp.KFR, MS(K), FIPM (USG), dr. Febby Astari, IFMCP dan tim di Brain Wellness & Sleep Center di Seraphim Medical Center dapat menjadi langkah awal yang tepat.

 


 

Tentang Seraphim Medical Center

Sebagai salah satu unit bisnis Bethsaida Healthcare, Seraphim Medical Center, yang berlokasi di Paramount Gading Serpong dengan fasilitas unggulan yang modern seperti Cryo Chamber Therapy, TPS, Hyperbaric Oxygen Treatment, PicoWay Laser, Fotona Laser, dan lain sebagainya, menghadirkan pendekatan kesehatan berbasis kedokteran fungsional yang berfokus pada akar permasalahan, bukan sekedar penanganan gejala saja. Seraphim Medical Center mengembangkan layanan medis yang dirancang secara personal untuk membantu tubuh berfungsi lebih optimal, baik dalam menjaga kesehatan, mendukung pemulihan pasca operasi, maupun meningkatkan kualitas hidup. Seraphim Medical Center memiliki layanan unggulan: Wellness Center, Beauty & Aesthetic Center, Sports & Rehabilitation Center, serta Brain Wellness & Sleep Center yang saling terintegrasi sebagai bagian dari gaya hidup sehat modern.