Masker sudah dipakai, aktivitas di luar ruangan sudah dikurangi, jendela rumah pun sudah lebih sering ditutup rapat. Namun di tengah semua kewaspadaan menghadapi sebaran abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau yang terus berlanjut ini, ada satu hal yang kerap terlewat: kondisi tubuh dari dalam.
Banyak yang fokus melindungi diri dari paparan luar, tapi lupa bahwa situasi seperti ini sebenarnya membebani tubuh lebih dari yang disadari, mulai dari rutinitas yang berubah drastis, waktu di dalam ruangan yang jauh lebih lama dari biasanya, hingga rasa cemas mengikuti perkembangan situasi dari hari ke hari.
Banyak orang mungkin merasa lebih cepat lelah, gampang mengantuk di siang hari, atau merasa kurang fit meski sudah cukup istirahat. Kondisi ini wajar terjadi ketika tubuh menghadapi kombinasi berbagai faktor stres sekaligus, mulai dari kualitas udara yang menurun, penyesuaian aktivitas akibat imbauan WFH (Work From Home) atau pembatasan luar ruangan, hingga kekhawatiran terhadap situasi yang sedang berlangsung.
"Saat tubuh menghadapi banyak faktor stres sekaligus, baik itu fisik maupun psikologis, sistem imun cenderung bekerja lebih keras dari biasanya. Kondisi seperti kurang tidur, stres, atau paparan lingkungan yang kurang ideal, semuanya bisa berkontribusi membuat tubuh terasa lebih mudah lelah dan kurang fit," jelas dr. Ravenska Theodora.
Penting dipahami bahwa mendukung daya tahan tubuh bukan berarti membuat tubuh "kebal" terhadap paparan abu vulkanik atau polusi udara secara langsung, karena perlindungan utama tetap datang dari langkah-langkah seperti penggunaan masker dan mengurangi aktivitas luar ruangan. Namun, memberi dukungan tambahan bagi tubuh melalui asupan nutrisi yang optimal dapat membantu tubuh tetap lebih siap menghadapi tekanan dari berbagai faktor yang datang bersamaan.
"Perlindungan dari paparan abu vulkanik itu utamanya tetap dari luar, seperti masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan. Tapi dari dalam, tubuh juga perlu didukung agar tidak terlalu 'kewalahan' menghadapi kombinasi tekanan yang datang bersamaan, seperti kurang istirahat, stres, dan paparan lingkungan," terang dr. Ravenska Theodora.
Setiap orang menghadapi tekanan yang berbeda-beda selama masa waspada abu vulkanik ini, ada yang merasa lebih mudah lelah, ada yang merasa "berat" akibat paparan udara kotor, ada pula yang lebih terdampak secara emosional karena rutinitas yang terganggu. Menjawab kebutuhan yang beragam ini, Seraphim Medical Center menghadirkan beberapa pilihan IV Drip yang dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu:
"Setiap drip ini punya fokus dukungan yang berbeda, jadi pemilihannya sebaiknya disesuaikan dengan keluhan atau kondisi yang paling dirasakan masing-masing individu. Ada yang lebih cocok fokus ke antioksidan dan detoksifikasi, ada yang lebih ke arah pemulihan energi, ada juga yang lebih membantu meredakan kelelahan akibat stres. Karena itu, evaluasi awal tetap penting sebelum menentukan pilihan yang paling sesuai," jelas dr. Ravenska Theodora.
Secara umum, pemberian nutrisi melalui infus memungkinkan penyerapan yang lebih cepat dibandingkan konsumsi oral, karena nutrisi langsung masuk ke aliran darah tanpa perlu melalui proses pencernaan terlebih dahulu.
"Pemberian lewat infus ini yang membuat penyerapannya bisa lebih optimal dibandingkan minum vitamin biasa, terutama bagi mereka yang butuh dukungan lebih cepat saat tubuh sedang dalam kondisi kurang fit," tambah dr. Ravenska Theodora.
Pilihan-pilihan drip di atas dapat menjadi pertimbangan bagi:
"Kesesuaian terapi ini tetap perlu dievaluasi terlebih dahulu, karena setiap orang punya kondisi kesehatan dan kebutuhan yang berbeda. Kami selalu melakukan pemeriksaan awal untuk membantu menentukan pilihan drip yang paling tepat bagi masing-masing pasien," pungkas dr. Ravenska Theodora.
Dukungan nutrisi melalui berbagai pilihan IV Drip di atas berperan sebagai pelengkap untuk membantu tubuh tetap dalam kondisi optimal selama masa waspada ini, bukan pengganti langkah-langkah pencegahan yang sudah diimbau oleh pihak berwenang.
Bagi Anda yang merasa tubuhnya lebih mudah lelah, "berat", atau kurang fit belakangan ini, konsultasikan kondisimu bersama dr. Ravenska Theodora di Seraphim Medical Center untuk mendapatkan rekomendasi pilihan drip yang tepat sesuai kebutuhanmu.
Sebagai salah satu unit bisnis Bethsaida Healthcare, Seraphim Medical Center, yang berlokasi di Paramount Gading Serpong dengan fasilitas unggulan yang modern seperti Cryo Chamber Therapy, TPS, Hyperbaric Oxygen Treatment, PicoWay Laser, Fotona Laser, dan lain sebagainya, menghadirkan pendekatan kesehatan berbasis kedokteran fungsional yang berfokus pada akar permasalahan, bukan sekedar penanganan gejala saja. Seraphim Medical Center mengembangkan layanan medis yang dirancang secara personal untuk membantu tubuh berfungsi lebih optimal, baik dalam menjaga kesehatan, mendukung pemulihan pasca operasi, maupun meningkatkan kualitas hidup. Seraphim Medical Center memiliki layanan unggulan: Wellness Center, Beauty & Aesthetic Center, Sports & Rehabilitation Center, serta Brain Wellness & Sleep Center yang saling terintegrasi sebagai bagian dari gaya hidup sehat modern.