Demensia: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya Sejak Dini

19 Feb 2026 News

Demensia: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya Sejak Dini

 

 

Demensia adalah kondisi medis yang ditandai dengan penurunan fungsi otak secara bertahap, terutama pada kemampuan mengingat, berpikir, berbahasa, dan mengambil keputusan. Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi penderitanya, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitarnya. Mengenali demensia sejak dini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan lebih optimal.

 


 

Apa Itu Demensia?

 

Demensia bukanlah penyakit tunggal, melainkan sekumpulan gejala akibat gangguan fungsi otak. Kondisi ini bersifat progresif, artinya gejala dapat memburuk seiring waktu. Demensia paling sering dialami oleh lansia, namun bukan bagian normal dari proses penuaan.

 

Demensia dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari, hubungan sosial, hingga kemandirian seseorang.

 

Gejala Demensia yang Perlu Diwaspadai

 

Gejala demensia dapat berbeda pada setiap individu, tergantung penyebab dan tingkat keparahannya. Namun, secara umum gejala yang sering muncul meliputi:

 

 Gejala Demensia Tahap Awal

 

  • Mudah lupa, terutama terhadap kejadian baru
  • Sulit berkonsentrasi atau mengikuti percakapan
  • Bingung terhadap waktu dan tempat
  • Kesulitan menemukan kata yang tepat saat berbicara
     

 Gejala Demensia Lanjut

 

  • Gangguan penilaian dan pengambilan keputusan
  • Perubahan kepribadian dan perilaku
  • Kesulitan mengenali orang terdekat
  • Ketergantungan pada orang lain untuk aktivitas sehari-hari
     

Jika gejala-gejala tersebut mulai mengganggu aktivitas harian, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

 

Penyebab dan Faktor Risiko Demensia

 

Demensia dapat disebabkan oleh berbagai kondisi yang merusak sel-sel otak. Beberapa penyebab dan faktor risikonya antara lain:

 

  • Penyakit Alzheimer
  • Gangguan pembuluh darah otak (demensia vaskular)
  • Cedera otak berulang
  • Penyakit Parkinson
  • Faktor usia lanjut
  • Riwayat keluarga
  • Tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi
     

Gaya hidup tidak sehat juga dapat meningkatkan risiko terjadinya demensia.

 

Apakah Demensia Bisa Disembuhkan?

 

Hingga saat ini, demensia belum dapat disembuhkan sepenuhnya. Namun, dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, perkembangan gejala dapat diperlambat, dan kualitas hidup pasien dapat ditingkatkan.

Penanganan demensia meliputi:

 

  • Terapi medis sesuai penyebab
  • Terapi kognitif dan okupasi
  • Dukungan keluarga dan lingkungan
     

Cara Mencegah Demensia Sejak Dini

 

Meskipun tidak semua kasus demensia dapat dicegah, risiko terjadinya kondisi ini dapat dikurangi dengan menerapkan gaya hidup sehat, antara lain:

 

  • Rutin berolahraga
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
  • Menjaga tekanan darah, gula darah, dan kolesterol
  • Mengelola stres dengan baik
  • Tetap aktif secara sosial dan mental
  • Tidur yang cukup dan berkualitas
     

Kebiasaan sehat yang dilakukan sejak usia muda berperan penting dalam menjaga kesehatan otak.






 

Kapan Harus ke Dokter?

 

Segera konsultasikan ke dokter apabila Anda atau anggota keluarga mengalami:

 

  • Penurunan daya ingat yang semakin sering
  • Perubahan perilaku yang tidak biasa
  • Kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari
  • Kebingungan yang semakin memburuk
     

Pemeriksaan dini membantu dokter menentukan penyebab dan rencana penanganan yang tepat.

 

Pemeriksaan dan Penanganan Demensia di Seraphim Medical Center

 

Seraphim Medical Center menyediakan layanan pemeriksaan dan penanganan demensia yang ditangani oleh tim medis berpengalaman. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh untuk membantu pasien dan keluarga memahami kondisi, menentukan tingkat penurunan fungsi kognitif, serta merancang pendekatan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.

 

Konsultasi dan penanganan sejak dini berperan penting dalam membantu menjaga kualitas hidup, fungsi kognitif, dan kemandirian pasien.


 

Solusi Non-Invasif untuk Mendukung Kesehatan Otak

 

Sebagai bagian dari layanan unggulan brain health, Seraphim Medical Center menghadirkan Transcranial Pulse Stimulation (TPS), yaitu terapi stimulasi otak non-invasif yang menggunakan gelombang mekanik berenergi rendah dan terfokus untuk menstimulasi area tertentu di otak.




 

Teknologi TPS dirancang untuk membantu:

 

  • Mendukung proses neuroplastisitas otak
  • Membantu meningkatkan aliran darah ke jaringan otak
  • Mendukung fungsi sel saraf yang berperan dalam memori, konsentrasi, dan kemampuan berpikir
     

Berbeda dengan tindakan medis invasif, TPS dilakukan tanpa pembedahan dan umumnya dapat ditoleransi dengan baik. Pendekatan ini menjadikan TPS relevan tidak hanya bagi individu dengan penurunan fungsi kognitif, tetapi juga sebagai bagian dari strategi brain health bagi mereka yang ingin menjaga performa otak dalam jangka panjang.

 

Melalui pendekatan yang terintegrasi antara evaluasi medis dan terapi non-invasif, Seraphim Medical Center berkomitmen menghadirkan solusi kesehatan otak yang aman, nyaman, dan berbasis teknologi.
 

 


 

 

Peninjau Medis:  

Seraphim Medical Center
Gading Serpong, Tangerang

// delete_coo_kie(); ?>