Tubuh Lelah, Jadwal Tak Bisa Menunggu: Ini Cara Atlet Memulihkan Diri Lebih Cepat

18 Feb 2026 News

Tubuh Lelah, Jadwal Tak Bisa Menunggu: Ini Cara Atlet Memulihkan Diri Lebih Cepat

Bagi seorang atlet, rasa lelah sering kali bukan pilihan. Latihan harus tetap berjalan, jadwal tetap menunggu, target tidak bisa ditunda. Ada hari ketika tubuh terasa berat, otot belum sepenuhnya pulih, namun sesi latihan berikutnya sudah di depan mata. Pola ini kini juga menjadi realitas gaya hidup urban yang semakin aktif, di mana banyak individu di Indonesia menjadikan olahraga sebagai rutinitas, namun menghadapi keluhan seperti pegal berkepanjangan, kelelahan yang datang terlalu cepat, hingga tubuh yang belum siap kembali beraktivitas atau berlatih keesokan harinya, meskipun program latihan dilakukan secara rutin dan terukur.

 

Kondisi tersebut umumnya bukan disebabkan oleh kurangnya latihan, melainkan proses recovery yang belum optimal. Aktivitas fisik intens memicu ketegangan otot, kelelahan sistem saraf, dan peradangan ringan pada jaringan tubuh. Tanpa strategi pemulihan yang tepat, stres fisik ini akan menumpuk dan berdampak pada performa, konsistensi latihan, serta risiko cedera. Karena itu, recovery perlu diposisikan sebagai strategi utama, bukan pelengkap, melalui pendekatan berbasis assessment tubuh, intervensi yang tepat sasaran, dan program pemulihan yang terukur untuk menjaga performa dan keberlanjutan aktivitas fisik.

 

Recovery dalam Perspektif Kedokteran Olahraga

Dalam konteks kedokteran olahraga, recovery lebih dari sekadar istirahat. Pemulihan mencakup proses biologis kompleks yang melibatkan sistem otot, sirkulasi darah, metabolisme, dan respon hormonal tubuh. Ketika pemulihan tidak optimal, risiko kelelahan berkepanjangan, inflamasi ringan, bahkan penurunan performa dapat meningkat.

 

Menurut dr. Nahum, Dipl. CIBTAC, Sp.K.O., dokter spesialis kedokteran olahraga lulusan Universitas Indonesia (Jakarta) yang berpraktik di Seraphim Medical Center, Paramount Gading Serpong, pemulihan adalah fase penting dari keseluruhan siklus latihan.

 

“Tanpa fase recovery yang tepat, adaptasi otot dan peningkatan performa yang kita harapkan dari latihan justru bisa terhambat. Pemulihan yang direncanakan dan dipantau medis membantu tubuh kembali siap untuk sesi berikutnya,” jelas dr. Nahum.

 

Infrared Sauna: Panas Terapeutik untuk Pemulihan Otot

Infrared sauna adalah terapi panas yang menggunakan gelombang inframerah untuk menembus jaringan lebih dalam daripada sauna konvensional. Mekanisme ini membantu meningkatkan sirkulasi darah, memberikan relaksasi otot, dan mendukung proses penerimaan nutrisi pada jaringan yang mengalami ketegangan.

 

Dalam konteks recovery pasca berolahraga, studi ilmiah menunjukkan bahwa sesi infrared sauna setelah latihan dapat mengurangi nyeri otot dan membantu pemulihan performa neuromuskular, dibandingkan dengan istirahat pasif saja. Infrared sauna bermanfaat untuk:

  • Dapat membantu pengaliran darah dan oksigen ke jaringan otot
  • Membantu mengurangi ketegangan otot dan relaksasi
  • Dapat mendukung persepsi pemulihan tubuh yang lebih cepat

 

Infrared sauna bekerja dengan meningkatkan suhu jaringan lebih dalam, sehingga membantu relaksasi dan pemulihan otot usai aktivitas fisik intens,” ungkap dr. Nahum.

 

Cryotherapy: Suhu Dingin untuk Kontrol Peradangan

Berbeda dengan terapi panas, cryotherapy adalah paparan suhu dingin ekstrem dalam durasi singkat untuk memicu respons fisiologis tubuh yang mendukung kontrol inflamasi ringan dan pengurangan nyeri otot setelah latihan.

 

Manfaat cryotherapy telah dipelajari dan digunakan luas untuk membantu pemulihan pasca-latihan, khususnya dapat membantu:

  • Mengurangi peradangan dan pembengkakan
  • Membantu meredakan nyeri otot dan sendi
  • Mempercepat pemulihan jaringan
  • Mendukung kesiapan tubuh untuk sesi latihan berikutnya

 

Menurut dr. Nahum, cryotherapy sangat relevan bagi individu dengan intensitas latihan tinggi atau yang sedang dalam fase pemulihan cedera ringan.

 

“Paparan dingin membantu mengontrol inflamasi dan memberikan efek analgesik alami. Dalam konteks olahraga, cryotherapy sering digunakan untuk mempercepat pemulihan sehingga tubuh bisa kembali berfungsi optimal dalam waktu lebih singkat,” jelasnya.

 

Kombinasi Infrared Sauna dan Cryotherapy untuk Recovery yang Seimbang

Menerapkan kedua metode ini secara terintegrasi memberikan pendekatan recovery yang seimbang — mengombinasikan efek relaksasi panas dan kontrol inflamasi suhu dingin. Ini memungkinkan tubuh pulih tidak hanya dari ketegangan otot, tapi juga dari respon sistem saraf dan metabolik pasca-aktivitas fisik.

“Tidak ada satu metode tunggal yang cocok untuk semua orang. Kombinasi terapi panas dan dingin dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu, kondisi tubuh, dan tujuan kebugaran,” tambah dr. Nahum.

 

Pendekatan Terintegrasi di Seraphim Medical Center

Sebagai bagian dari layanan Sports & Rehabilitation Center, Seraphim Medical Center menghadirkan pendekatan medis terintegrasi dalam recovery dan rehabilitasi fungsional. Setiap program disusun secara personal berbasis assessment menyeluruh, dengan mempertimbangkan kondisi fisik, kebutuhan aktivitas, serta tujuan performa masing-masing individu. Dalam sistem ini, berbagai modalitas pemulihan diterapkan secara terarah, termasuk pemanfaatan infrared sauna dan cryotherapy sebagai bagian dari strategi recovery yang terintegrasi.

 

Pendekatan terstruktur ini diawali dengan evaluasi komprehensif terhadap riwayat aktivitas fisik, kondisi otot dan sendi, pola tidur, tingkat stres, serta kesehatan metabolik secara keseluruhan. Dengan landasan tersebut, recovery tidak diposisikan hanya sebagai pemulihan jangka pendek, tetapi sebagai strategi berkelanjutan untuk menjaga performa tubuh, mencegah risiko cedera, dan meningkatkan kualitas hidup melalui proses pemulihan yang tepat, terarah, dan terpantau medis.

 

“Pemulihan bukan hanya untuk atlet. Setiap individu yang aktif bergerak, memiliki tuntutan fisik dalam pekerjaan, atau ingin menjaga kebugaran dan kualitas hidup dapat merasakan manfaatnya, selama dilakukan dengan pendekatan yang tepat dan dalam pengawasan medis,” tutup dr. Nahum.

 

Tentang Seraphim Medical Center

Sebagai unit bisnis dari Bethsaida Healthcare, Seraphim Medical Center, yang berlokasi di Paramount Gading Serpong dengan fasilitas unggulan yang modern seperti Cryo Chamber Therapy, TPS, Hyperbaric Oxygen Treatment, PicoWay Laser, Fotona Laser, dan lain sebagainya, menghadirkan pendekatan kesehatan berbasis kedokteran fungsional yang berfokus pada akar permasalahan, bukan sekadar penanganan gejala saja. Seraphim Medical Center mengembangkan layanan medis yang dirancang secara personal untuk membantu tubuh berfungsi lebih optimal, baik dalam menjaga kesehatan, mendukung pemulihan pasca operasi, maupun meningkatkan kualitas hidup. Seraphim Medical Center memiliki tiga layanan unggulan: Wellness Center, Beauty & Aesthetic Center, serta Sports & Rehabilitation Center, yang saling terintegrasi sebagai bagian dari gaya hidup sehat modern.

 

 


 

 

Kontak Media

 

Seraphim Medical Center
Gading Serpong, Tangerang


// delete_coo_kie(); ?>