Di tengah berkembangnya teknologi perawatan kecantikan, semakin banyak orang mencari solusi peremajaan kulit yang efektif namun tetap aman dan minim risiko. Tren perawatan non-bedah pun terus meningkat karena banyak orang menginginkan hasil yang optimal tanpa harus menjalani proses pemulihan yang panjang. Salah satu teknologi yang banyak dibicarakan belakangan ini adalah Fotona Laser, yang kerap direkomendasikan sebagai bagian dari perawatan anti-aging modern di bawah penanganan dr. Silvia Kartika di Seraphim Medical Center. Namun, sebenarnya apa itu Fotona Laser dan bagaimana cara kerjanya pada kulit? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Fotona Laser merupakan teknologi laser medis asal Slovenia yang telah digunakan secara luas di berbagai klinik kecantikan dan dermatologi dunia. Teknologi ini telah dikembangkan selama puluhan tahun dan terus mengalami inovasi untuk mendukung hasil perawatan yang lebih optimal dan nyaman bagi pasien. Fotona Laser dikenal karena kemampuannya menggabungkan dua jenis panjang gelombang laser sekaligus dalam satu perangkat, yaitu Er:YAG (Erbium) dan Nd:YAG (Neodymium). Kombinasi ini memungkinkan perawatan menjangkau berbagai lapisan kulit, mulai dari permukaan hingga lapisan yang lebih dalam, sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu. Dengan pendekatan dual-wavelength ini, satu sesi perawatan berpotensi menjawab beberapa kebutuhan kulit sekaligus, sehingga menjadikannya pilihan yang cukup efisien.
"Salah satu keunggulan Fotona Laser adalah fleksibilitasnya. Dengan dua panjang gelombang dalam satu alat, kami bisa menyesuaikan kedalaman perawatan sesuai kebutuhan kulit setiap pasien, tanpa harus berpindah-pindah alat," ujar dr. Silvia Kartika.
Secara sederhana, Fotona Laser bekerja dengan memancarkan energi panas terkontrol ke dalam lapisan kulit. Proses ini dirancang secara presisi agar energi yang dipancarkan dapat disesuaikan dengan kedalaman dan area yang ditargetkan, sehingga meminimalkan risiko pada jaringan di sekitarnya. Berikut tahapan cara kerjanya:
Energi laser dipancarkan ke lapisan kulit sesuai kedalaman yang ditargetkan. Baik laser Er:YAG maupun Nd:YAG dapat bekerja pada berbagai kedalaman lapisan kulit, tergantung pada pengaturan parameter serta tujuan perawatan yang ingin dicapai. Pemilihan kedalaman ini disesuaikan dengan kondisi kulit dan kebutuhan spesifik pasien, sehingga hasil perawatan dapat lebih terarah dan optimal.
"Proses stimulasi kolagen ini yang membuat hasil Fotona Laser terlihat natural. Kulit tidak berubah drastis dalam semalam, tapi membaik secara bertahap seiring tubuh memperbaiki strukturnya sendiri," jelas dr. Silvia Kartika.
Seiring berjalannya waktu setelah perawatan, jaringan kulit yang telah dirangsang akan mengalami proses perbaikan alami. Tubuh akan terus memperbarui sel-sel kulit dan menyusun kembali serat kolagen secara bertahap, yang dapat membantu memperbaiki tekstur kulit, menyamarkan pori-pori besar, serta membantu menyamarkan tampilan kerutan halus. Proses regenerasi ini biasanya berlangsung secara bertahap sehingga hasil yang didapat cenderung terlihat alami.
Karena energi laser dapat dikontrol secara presisi, prosedur ini umumnya tidak memerlukan sayatan maupun tindakan bedah, sehingga waktu pemulihan menjadi lebih singkat dibandingkan prosedur invasif lainnya. Banyak pasien dapat kembali beraktivitas normal tidak lama setelah perawatan, meski tetap disarankan untuk mengikuti anjuran perawatan pasca-tindakan dari dokter agar hasil lebih optimal.
"Downtime dari Fotona Laser memang tergolong lebih singkat dibandingkan prosedur invasif, namun tetap bervariasi tergantung jenis dan intensitas perawatan yang dijalani, ada yang bisa langsung beraktivitas, ada juga yang membutuhkan waktu pemulihan sekitar seminggu. Karena itu, saya selalu mengingatkan pasien untuk mengikuti panduan perawatan pasca-tindakan agar hasilnya maksimal dan proses pemulihan berjalan sesuai harapan," tambah dr. Silvia Kartika.
Beberapa alasan yang membuat Fotona Laser menjadi salah satu pilihan populer dalam perawatan kulit antara lain:
Kombinasi manfaat inilah yang membuat Fotona Laser semakin banyak dilirik, baik oleh mereka yang baru memulai perawatan kulit maupun yang sudah terbiasa menjalani perawatan estetika secara rutin.
Meski umumnya dapat digunakan pada berbagai jenis kulit, hasil dan kesesuaian perawatan tetap bergantung pada kondisi kulit masing-masing individu. Faktor seperti sensitivitas kulit, riwayat kesehatan, serta tujuan perawatan yang ingin dicapai juga perlu dipertimbangkan sebelum menjalani prosedur ini. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter sebelum menjalani perawatan sangat dianjurkan agar prosedur dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik Anda, termasuk penentuan jumlah sesi dan intensitas energi yang paling sesuai.
"Setiap kulit itu unik, jadi tidak ada pendekatan yang benar-benar sama untuk semua orang. Sebelum memulai, saya selalu mengevaluasi dulu kondisi kulit pasien secara menyeluruh agar jumlah sesi dan intensitasnya benar-benar sesuai," tegas dr. Silvia Kartika.
Ingin tahu lebih lanjut apakah Fotona Laser cocok untuk kondisi kulitmu? Setiap kulit memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga pendampingan dari tenaga medis profesional menjadi kunci untuk mendapatkan hasil yang aman dan sesuai harapan. Yuk, konsultasikan bersama dr. Silvia Kartika di Seraphim Medical Center untuk mendapatkan rekomendasi perawatan yang tepat sesuai kebutuhanmu.
Sebagai salah satu unit bisnis Bethsaida Healthcare, Seraphim Medical Center, yang berlokasi di Paramount Gading Serpong dengan fasilitas unggulan yang modern seperti Cryo Chamber Therapy, TPS, Hyperbaric Oxygen Treatment, PicoWay Laser, Fotona Laser, dan lain sebagainya, menghadirkan pendekatan kesehatan berbasis kedokteran fungsional yang berfokus pada akar permasalahan, bukan sekadar penanganan gejala saja. Seraphim Medical Center mengembangkan layanan medis yang dirancang secara personal untuk membantu tubuh berfungsi lebih optimal, baik dalam menjaga kesehatan, mendukung pemulihan pasca operasi, maupun meningkatkan kualitas hidup. Seraphim Medical Center memiliki layanan unggulan: Wellness Center, Beauty & Aesthetic Center, serta Sports & Rehabilitation Center, yang saling terintegrasi sebagai bagian dari gaya hidup sehat modern.