Menyusui diharapkan untuk menjadi momen luar biasa bagi setiap Moms. Meski selalu berhasil menjadi momen mengharukan tapi proses menyusui juga hadir dengan segala tantangannya. Tak melulu seindah yang dibayangkan, menyusui kerap kali membuat Moms kewalahan. Mulai dari begadang tiap malam, puting lecet karena pelekatan yang belum sempurna, punggung dan bahu yang terasa pegal, hingga rasa lelah yang tak terbayarkan meski sudah beristirahat.
Menyusui memang fase penuh cinta, tapi sekaligus menguras fisik dan mental para ibu. Banyak ibu baru yang menjalani hari demi hari dengan jam tidur yang tidak menentu, tubuh yang belum sepenuhnya pulih dari proses melahirkan, namun tetap dituntut untuk selalu siap siaga, kapan pun bayi membutuhkan. Banyak ibu baru terlalu fokus memastikan bayinya baik-baik saja, sampai lupa bahwa tubuhnya sendiri juga butuh perhatian yang sama.
Sayangnya, di masyarakat kita hal-hal tersebut sudah dinormalisasi. Seolah ada anggapan bahwa semua ibu baru memang pasti begitu. Padahal jika ditelusuri lebih jauh, keluhan-keluhan itu memiliki penyebab yang sangat jelas. Posisi menyusui yang dilakukan berulang kali sepanjang hari, terkadang dalam durasi yang cukup lama, dapat membuat otot punggung, bahu, dan leher bekerja secara tidak seimbang.
Ditambah lagi dengan perubahan hormon dan pola tidur yang berantakan, tidak heran jika banyak ibu merasa tubuhnya "berbeda" dari sebelumnya, lebih mudah lelah, lebih sering pegal, dan sulit merasa benar-benar segar meski sudah beristirahat.
Belum lagi retensi cairan yang kerap muncul pascamelahirkan, membuat beberapa bagian tubuh terasa bengkak atau berat. Tahu enggak sih, Moms, kombinasi dari berbagai kondisi ini, jika dibiarkan tanpa penanganan, bisa memengaruhi bukan hanya kenyamanan fisik, tetapi juga suasana hati dan energi ibu dalam menjalani hari-harinya bersama Si Kecil.
Pertanyaan yang paling sering diajukan kepada ibu baru biasanya seputar kondisi bayi: "Sudah bisa apa bayinya?”, "ASI-nya lancar?", "Berat badannya naik berapa?". Jarang sekali ada yang bertanya kepada sang ibu, "Kamu sendiri, sudah istirahat cukup belum?"
Padahal pemulihan fisik ibu di periode ini sama pentingnya. Memberi ruang untuk pemulihan tubuh bukan berarti mengabaikan bayi. Ibu yang kelelahan dan terus menerus menahan nyeri cenderung mudah merasa kewalahan. Sebaliknya, ibu yang cukup dirawat dan nyaman secara fisik akan punya lebih banyak energi serta ketenangan untuk menjalani hari-hari bersama Si Kecil.
Seraphim Medical Center adalah pusat wellness yang berlokasi di Gading Serpong, Tangerang. Seraphim menaungi sejumlah Centers of Excellence yang saling melengkapi, mulai dari perawatan estetika, wellness, sports rehab, hingga layanan yang berfokus pada kesehatan otak dan tidur. Keberagaman layanan ini menjadikan Seraphim tidak hanya sekadar memberikan perawatan kulit atau penampilan luar, tetapi juga menyasar aspek kesehatan tubuh secara lebih menyeluruh.
Salah satu perhatian Seraphim tertuju pada fase yang kerap luput dari sorotan, yaitu masa pemulihan ibu pasca melahirkan, khususnya saat menjalani fase menyusui yang menuntut banyak energi dan sering kali disertai keluhan fisik. Pendekatan yang digunakan mengutamakan kenyamanan dan pemulihan menyeluruh, sehingga ibu tidak hanya "bertahan" menjalani fase ini, tetapi benar-benar merasa dirawat dan diperhatikan.
Berikut ini beberapa rangkaian perawatan dalam Post Maternity Program yang dimiliki Seraphim Medical Center:
Ketiga perawatan di atas dikemas dalam dua pilihan paket, sehingga ibu dapat memilih sesuai kebutuhan dan intensitas pemulihan yang diinginkan:
Maternity VIP — Rp 1.000.000
Maternity President Suite — Rp 1.500.000
Paket President Suite menghadirkan intensitas perawatan yang lebih tinggi pada INDIBA Pain Therapy dan Basic Immunobooster, cocok bagi ibu yang merasa keluhan nyeri punggung atau kelelahannya cukup signifikan dan membutuhkan dukungan lebih dari satu sesi.
Meluangkan waktu untuk merawat diri di tengah kesibukan mengurus bayi bukanlah sebuah bentuk keegoisan. Merawat diri sendiri, dalam konteks ini, bukan berarti mengurangi waktu atau perhatian untuk bayi, melainkan cara untuk memastikan ibu memiliki cukup energi dan ketenangan agar bisa terus hadir sepenuhnya untuk Si Kecil.
Jadi, di sela rutinitas menyusui dan begadang, jangan lupa kalau Moms juga berhak dirawat, bukan hanya menjadi yang selalu merawat. Karena pada akhirnya, ibu yang sehat dan bahagia adalah salah satu fondasi penting bagi tumbuh kembang bayi yang optimal.