Bebas Saraf Terjepit Tanpa Operasi: Mengenal Terapi Hidrodiseksi

29 Apr 2026 Wellbeing

Bebas Saraf Terjepit Tanpa Operasi: Mengenal Terapi Hidrodiseksi

 

 

Mitos Saraf Terjepit: Bukan Sekadar Tekanan Tulang

Selama ini, banyak orang merasa cemas saat mendengar diagnosis "saraf terjepit." Pikiran mereka sering kali langsung tertuju pada meja operasi, masa pemulihan yang lama, atau risiko pembedahan tulang belakang. Saraf terjepit sering kali disalahpahami sebagai kondisi yang hanya terjadi karena tekanan tulang. Memang benar, pergeseran tulang atau masalah pada bantalan sendi adalah salah satu pemicunya. Namun, dalam banyak kasus yang ditangani oleh dr. Raymond Posuma, Sp.KFR, MS(K), FIPM (USG), rasa nyeri yang hebat justru disebabkan karena saraf Anda "melekat" atau terhimpit oleh jaringan di sekitarnya.

Jaringan ini bisa berupa:

  • Jaringan Parut (Scar Tissue): Sisa dari cedera lama yang mengeras dan mengikat saraf.
  • Otot yang Tegang: Akibat postur tubuh yang salah saat bekerja atau kelelahan fisik.
  • Peradangan Kronis: Yang membuat ruang di sekitar saraf menjadi sempit dan kaku.

Kondisi ini bisa dialami siapa saja mulai dari olahragawan hingga pekerja produktif. Akibatnya, aktivitas sederhana seperti berbaring, duduk, atau sekadar berjalan pun bisa terasa sangat menyiksa.

 


 

Analogi Sederhana

Untuk memudahkan pasien memahami kondisi ini, dr. Raymond Posuma, Sp.KFR, MS(K), FIPM (USG) sering menggunakan analogi sebuah selang air yang terbentang di halaman rumah. Agar air mengalir lancar (seperti sinyal saraf yang sehat), selang ini harus bisa bergeser bebas.

Namun, bayangkan jika selang itu tertindih batu besar atau terkubur tanah yang mengeras hingga terjepit akar tanaman. Aliran air akan terhenti dan selang tersebut perlahan menjadi rusak. Dalam tubuh Anda, ini diterjemahkan sebagai rasa nyeri, kesemutan, hingga mati rasa. dr. Raymond Posuma, Sp.KFR, MS(K), FIPM (USG)menekankan bahwa kunci penyembuhannya bukan dengan "memperbaiki" sarafnya secara langsung, melainkan dengan menyingkirkan penghambat yang menjepit saraf tersebut.

 

 


 

Mengenal Hidrodiseksi: Inovasi "Melepaskan" Tanpa "Membongkar"

Jika selang di taman tadi terjepit, Anda tentu tidak ingin membongkar seluruh tanah hanya untuk membebaskannya. Inilah peran Hidrodiseksi. Secara bahasa, Hydro berarti air dan Dissection berarti memisahkan. Jadi, Hidrodiseksi adalah teknik medis di mana dokter menggunakan tekanan cairan untuk memisahkan saraf dari jaringan yang menjepitnya.

Bagaimana dr. Raymond Posuma, Sp.KFR, MS(K), FIPM (USG)melakukan prosedurnya?

  1. Navigasi Real-Time: Dengan bantuan alat USG (Ultrasonografi), dokter dapat melihat posisi saraf, pembuluh darah, dan jaringan yang menjepit secara langsung di layar monitor.
  2. Injeksi Presisi: Melalui panduan USG, dokter mengarahkan jarum halus tepat ke area di sekitar saraf (bukan ke dalam sarafnya).
  3. Efek Pemisahan: Cairan khusus disemprotkan untuk mendorong jaringan penjepit menjauh. Seperti melepaskan stiker dengan air agar lemnya melunak, hidrodiseksi melepaskan "lekatan" sehingga saraf kembali bebas.
  4.  

 


 

Mengapa Terapi Ini Menjadi Pilihan Unggulan?

Menurut pengalaman klinis dr. Raymond Posuma, Sp.KFR, MS(K), FIPM (USG), ada beberapa alasan mengapa Hidrodiseksi menjadi alternatif terbaik selain operasi:

  • Minim Invasif (Tanpa Bedah): Tidak memerlukan sayatan, jahitan, ataupun bius total. Prosedurnya hanya berupa suntikan ringan.
  • Sangat Akurat: Penggunaan USG memastikan dokter dapat bekerja dengan presisi tinggi, sehingga sangat aman bagi pasien.
  • Cepat & Praktis: Prosedur biasanya hanya berlangsung 15–30 menit. Pasien bisa langsung pulang dan kembali beraktivitas tanpa masa pemulihan yang lama.
  • Hasil Instan: Banyak pasien binaan dokter yang merasakan sensasi "longgar" dan nyeri berkurang drastis sesaat setelah prosedur dilakukan.
  •  

 


 

Tentang Seraphim Medical Center

Sebagai salah satu unit bisnis Bethsaida Healthcare, Seraphim Medical Center, yang berlokasi di Paramount Gading Serpong dengan fasilitas unggulan yang modern seperti Cryo Chamber Therapy, TPS, Hyperbaric Oxygen Treatment, PicoWay Laser, Fotona Laser, dan lain sebagainya, menghadirkan pendekatan kesehatan berbasis kedokteran fungsional yang berfokus pada akar permasalahan, bukan sekadar penanganan gejala saja. Seraphim Medical Center mengembangkan layanan medis yang dirancang secara personal untuk membantu tubuh berfungsi lebih optimal, baik dalam menjaga kesehatan, mendukung pemulihan pasca operasi, maupun meningkatkan kualitas hidup. Seraphim Medical Center memiliki layanan unggulan: Wellness Center, Beauty & Aesthetic Center, serta Sports & Rehabilitation Center, yang saling terintegrasi sebagai bagian dari gaya hidup sehat modern.

 

 

 


 

Kontak Media

 

Peninjau Medis:  dr. Raymond Posuma, Sp.KFR, MS(K), FIPM (USG)

Seraphim Medical Center | @seraphimmedicalcenter
Gading Serpong, Tangerang