Bekas jerawat atau acne scar menjadi salah satu masalah kulit yang cukup umum dan seringkali mempengaruhi rasa percaya diri. Meskipun jerawat telah lama berlalu, bekas yang tertinggal di permukaan kulit dapat membuat tekstur wajah tampak tidak merata. Bagi banyak perempuan dan pria aktif yang menjalani berbagai aktivitas harian—mulai dari pekerjaan profesional, pertemuan sosial, hingga berbagai agenda lainnya—memiliki kulit yang sehat dan terawat tentu menjadi bagian penting dari penampilan yang percaya diri.
Namun, berbeda dengan jerawat aktif yang relatif lebih mudah ditangani, bekas jerawat seringkali membutuhkan pendekatan perawatan yang lebih mendalam. Hal ini karena acne scar biasanya terbentuk akibat kerusakan jaringan kulit selama proses peradangan jerawat, yang kemudian memengaruhi produksi kolagen di dalam kulit. Ketika kolagen tidak terbentuk secara optimal, permukaan kulit dapat membentuk cekungan atau tekstur yang tidak rata.
Seiring berkembangnya dunia estetika medis, berbagai pendekatan modern kini berfokus tidak hanya pada memperbaiki tampilan permukaan kulit, tetapi juga membantu memperbaiki struktur kulit dari dalam. Salah satu pendekatan yang banyak digunakan adalah stimulasi kolagen, yaitu proses yang bertujuan untuk merangsang pembentukan kolagen baru secara alami sehingga struktur kulit dapat membaik secara bertahap.
Kolagen merupakan salah satu komponen utama yang berperan dalam menjaga kekuatan, elastisitas, dan struktur kulit. Pada kondisi kulit dengan bekas jerawat, jaringan kolagen sering kali mengalami penurunan atau kerusakan, sehingga menyebabkan permukaan kulit tampak cekung atau tidak merata.
Melalui prosedur stimulasi kolagen, kulit dirangsang untuk memproduksi kolagen baru secara bertahap. Proses ini membantu memperbaiki struktur jaringan kulit sehingga tekstur kulit dapat terlihat lebih halus dan merata seiring waktu.
Secara umum, stimulasi kolagen dapat membantu:
Pendekatan ini menjadikan perawatan tidak hanya berfokus pada tampilan kulit di permukaan, tetapi juga pada proses perbaikan kulit dari dalam. Salah satu teknologi yang banyak digunakan dalam pendekatan ini adalah laser berbasis energi yang dirancang untuk membantu merangsang regenerasi jaringan kulit serta produksi kolagen baru.
Menurut dr. Silvia Kartika, dokter estetika di Seraphim Medical Center, Paramount Gading Serpong, perbaikan bekas jerawat membutuhkan pendekatan yang terukur dan disesuaikan dengan kondisi kulit setiap individu.
“Acne scar biasanya terjadi karena adanya kerusakan jaringan kolagen di kulit. Oleh karena itu, perawatan yang efektif umumnya berfokus pada stimulasi kolagen agar kulit dapat memperbaiki strukturnya secara alami,” jelas dr. Silvia.
Ia menambahkan bahwa teknologi berbasis energi, termasuk laser modern, dapat membantu merangsang proses regenerasi kulit secara lebih terarah.
“Dengan teknologi laser yang tepat, kita dapat membantu merangsang pembentukan kolagen baru di area bekas jerawat sehingga tekstur kulit dapat membaik secara bertahap,” tambahnya.
Di Seraphim Medical Center, penanganan bekas jerawat dilakukan melalui pendekatan estetika medis yang berbasis evaluasi menyeluruh terhadap kondisi kulit pasien. Setiap perawatan diawali dengan sesi konsultasi untuk memahami jenis acne scar, kondisi kulit secara umum, serta kebutuhan perawatan yang paling sesuai.
Salah satu teknologi yang digunakan untuk membantu memperbaiki bekas jerawat adalah Fotona Laser, sebuah teknologi laser yang dirancang untuk merangsang stimulasi kolagen serta membantu proses regenerasi jaringan kulit. Teknologi ini bekerja dengan menghantarkan energi laser secara terarah ke lapisan kulit untuk mendukung pembentukan kolagen baru secara bertahap.
Pendekatan ini memungkinkan perawatan difokuskan tidak hanya pada tampilan permukaan kulit, tetapi juga pada perbaikan struktur jaringan kulit di dalamnya. Dengan stimulasi kolagen yang optimal, tekstur kulit yang sebelumnya tampak tidak merata dapat membaik secara bertahap sehingga kulit terlihat lebih halus dan sehat.
Di Seraphim Medical Center, penggunaan Fotona Laser dilakukan oleh tenaga medis berpengalaman dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi kulit setiap individu. Hal ini memungkinkan perawatan dirancang secara personal agar hasil yang diperoleh tetap natural serta mendukung kesehatan kulit dalam jangka panjang.
“Perbaikan bekas jerawat membutuhkan proses yang bertahap. Dengan pendekatan yang tepat dan teknologi yang sesuai seperti laser stimulasi kolagen, kita dapat membantu kulit memperbaiki strukturnya secara alami sehingga hasilnya terlihat lebih halus dan tetap natural,” tutup dr. Silvia.
Sebagai salah satu unit bisnis Bethsaida Healthcare, Seraphim Medical Center, yang berlokasi di Paramount Gading Serpong dengan fasilitas unggulan yang modern seperti Cryo Chamber Therapy, TPS, Hyperbaric Oxygen Treatment, PicoWay Laser, Fotona Laser, dan lain sebagainya, menghadirkan pendekatan kesehatan berbasis kedokteran fungsional yang berfokus pada akar permasalahan, bukan sekadar penanganan gejala saja. Seraphim Medical Center mengembangkan layanan medis yang dirancang secara personal untuk membantu tubuh berfungsi lebih optimal, baik dalam menjaga kesehatan, mendukung pemulihan pasca operasi, maupun meningkatkan kualitas hidup. Seraphim Medical Center memiliki layanan unggulan: Wellness Center, Beauty & Aesthetic Center, serta Sports & Rehabilitation Center, yang saling terintegrasi sebagai bagian dari gaya hidup sehat modern.